SELAYAR, SULSELLIMA.COM - Warga Pulau Jampea, Kabupaten Kepulauan Selayar, kembali dihadapkan pada pemadaman listrik yang telah memasuki malam ketiga berturut-turut, menimbulkan kekecewaan dan kemarahan di kalangan masyarakat dan pemuda setempat.Ilustrasi Listrik Padam
Mereka menilai pihak PLN, khususnya Kepala Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Ranting Selayar dan pengelola PLN Jampea, tidak memberikan penjelasan memadai serta solusi cepat atas gangguan tersebut.
Pemadaman listrik berkepanjangan terset berdampak signifikan pada kehidupan malam hari, terutama bagi ibu rumah tangga dan pelaku usaha kecil yang bergantung pada listrik.
“Kami sudah terlalu sering mengalami pemadaman tanpa pemberitahuan yang jelas. PLN Jampea seharusnya lebih bertanggung jawab, bukan hanya sekadar memberikan janji perbaikan,” ujar April, seorang pemuda setempat.
Beberapa warga mengaku mengalami kerugian akibat listrik padam, sementara banyak ibu rumah tangga mengungkapkan keresahan mereka karena tidak adanya kepastian kapan listrik kembali normal.
Ahmad Amirul Syarif, Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) PLN UID Sulselrabar, menegaskan bahwa PT PLN (Persero) berkomitmen untuk terus memberikan pasokan listrik andal dan meningkatkan layanan bagi pelanggan hingga ke pelosok negeri.
Ia mengungkapkan bahwa gangguan pada infrastruktur kelistrikan telah berdampak pada pasokan listrik di Pulau Jampea.
Sementara itu, Manager PLN ULP Selayar, Said Azis, menjelaskan bahwa tenaga ahli PLN telah diterjunkan ke Pulau Jampea untuk memperbaiki mesin dan menormalisasi pasokan listrik secara bertahap.
"Tim kami sudah berada di lokasi, namun saat ini menghadapi tantangan cuaca buruk dan ombak tinggi dalam perjalanan menuju Pulau Jampea. Untuk penanganan awal, genset telah dipasang di beberapa titik masjid guna membantu warga," ujar Said Azis.
Ia menambahkan bahwa PLN meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan dan berterima kasih atas kesabaran serta kepercayaan masyarakat.***